Minggu, 13 November 2016

2006

mimpi itu masih sama, tak pernah berubah, walau sejak 10 tahun yang lalu...

Rabu, 09 November 2016

Our World, today...


This words are really showing our world, nowadays. A billionaire who's named Donald Trump won the America's election without any single political experience in his entire life.

Sadly when the author tried to compared this condition with our current global economic situation which need a strong qualification to brace the very first entry level job. I believe this is happening not only in America but also across this universe. 

People need money to survive. Trump is coming to the election like Bruce Wayne with his tons of dollars try to safe this world. But again, Trump is not a Batman. Batman spend his money to kick bad people's ass, trump neither. Even we still cannot imagine, how this world would be seen after this opportunist man become the first man in US, even in the world.

Trying to draw back with the current oil business, Trump seems give a new hope in increasing of oil price. Many speculation derived a new paradigm that this man will create a new era of oil industry, even with a full-blooded hand. 

Oilmen nowadays already have been suffering since the big jumping oil price from range USD $90/bbl to USD $ 40/bbl. It cuts almost 60% from the earning for every single oilmen in the world.


It was hard for the oilmen who has dismissed from his company, but it is not even better for the oilmen who is still working in his nature. We will see another drama for 4years ahead, is Trump will bring a good way of the oil price or vice versa.

So, brace yourself, better you tightened your seat belt to face another storm. Storm of Trump and Storm of oilprice.

Kamis, 20 Oktober 2016

Deepwater Horijon (not Mijon)

Ada yang udah nonton Deepwater Horizon? Pasti banyak yang udah nonton kan? Gue pernah ngepost tentang kasus ini berpuluh puluh taun lalu ketika jaman gue masih rajin nge blog (dibaca: ga ada kerjaan).

Kalau mau tau tentang tulisan gue dulu bisa dibuka di link ini Deepwater Horizon

Ini film baru yang mengisahkan cerita menyedihkan dibalik tragedi yang merengut 11 nyawa orang orang yang kerja di Rig. Dibintangi Mark Whalberg, nih pelem berhasil bikin gue jiper inget dulu gue sempet pernah koar koar buat pengen kerja di tempat ginian.

Yaah, namanya aja anak ingusan, kadang memang mimpinya ga tanggung tanggung dan bisa dibilang aneh aneh. Menjadi seorang yang bekerja di rig floor memang riskful. Gue males sebenere bahas ginian, ibarat gue sekarang lagi ngejilat ludah gue sendiri, tapi asli gue akuin ngeri kalo kerja di rig floor itu.

Let's say gue adalah sarjana (dan karena memang gue masih males buat ambil S2) yang diterima menjadi seorang drilling engineer dan atau ditunjuk menjadi seorang company man, lo bakal setidaknya memimpin 28 orang kerja di satu shift pekerjaan pemboran. Which means, semua nyawa mereka di tangan kotor lo (kalo lo blm cebok)


Kalau lo perhatikan lebih lanjut di pelem deepwater horijon, Si Kurt Russel itu bukan lead company man nya, doi itu sebatas leader di transocean yang memastikan kalo kapalnya ga lecet, yang namanya kumpeni man itu yang dari oil company nya. Kalo ndak salah si botak di nih pelem yang jadi kumpeni man nya. Maka dari itu dialah yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan US saat itu karena dianggap lalai dan mematikan 11 nyawa (walaupun akhirnya tuntutan itu dibatalkan akhirnya).

Nah ada point penting yang sedikit mau gue kulik disini, walau mungkin lo yang kuliah di Minyak udah ngarti masalah sebenere dari case di tuh kejadian.
Di tuh pelem di sebutin kalo salah satu serpis kumpeni yang nyemen well ga ngelakuin CBL (Cement Bond Log) untuk tau quality cement, dan itu yang nyebabin lubang bor nya ga stabil terus blow out.

Sebenere, apa itu fungsi semen pemboran? 
Fungsi utama semen tuh  buat nglekatin casing pada dinding lubang sumur, nglindungi casing dari masalah-masalah mekanis pas ngebor kayak shaking, nglindungi casing dari fluida formasi yang bersifat korosi trs misahin zona yang satu terhadap zona lainnya dibelakang casing.

Semen pemboran itu bukan semen tiga roda, semen padang atau semen bangunan. API udah nglakuin pengklasifikasian semen kedalam beberapa kelas buat ngegampangin pemilihan dan penggolongan semen yang akan digunakan. Pengklasifikasian ini didasarkan atas kondisi sumur dan sifat-sifat semen yang disesuaikan dengan kondisi sumur tersebut. kondisisumur tersebut meliputi kedalaman sumur, temperatur, tekanan dan kandungan yang terdapat pada fluida formasi kayak sulfat dan sebagainya. Biasanya semen yang dipakai itu semen tipe G, Semen kelas G dipake buat kedalaman 0 sampai 8000 ft dan merupakan semen dasar. Kalo ditambahkan retarder nih semen bisa dipakai untuk sumur yang dalam dan range temperatur yang cukup besar. Semen ini tersedia dalam jenis moderate and high sulfat resistant. Nih kalo kalian mau liat kek mana caranya nyemen itu.



Nah, sekarang kalo ada yang nanya, udah bagus belum semennya? Ga ada yang bisa jawab kalo kita belum cek cuy.

Ada beberapa cara mudah buat ngecek semen yang lo masukin itu bagus atau jelek.
1. Lo bisa ngelakuin pressure test, jadi lo kasih pressure dari atas, kalo hold, you punya good semen
2. Swab dry, swab itu semacam lo unload pake liquid tapi niatin dry, jadi harapan nya emang kosong
3. Run CBL (Cement bod log) buat tau quality cement secara insitu (tapi yah pake duit lebih)

Once lo bisa mastiin sement lo bagus, lo bisa lanjutin ke tahap berikutnya, either mau diperfo atau go through next casing section.

Gue bingung ngejelasin gimana cara baca CBL, lo bisa baca langsung di link ini 
Tapi gampangnya liat mV nya, kalo doi flat ke kiri itu bagus, kalo ke kanan ada indikasi bad bonding.
Dari situ lo bisa simpulin kalo cement lo ancur atau masih bagus.

Mungkin itu memang yang menjadi akar persoalan kenapa nih well jadi masalah kayak gitu. Yang gue agak geli di nih pelem, kayake seru kalo Chief IT ngerti fungsi CBL dan bisa baca tuh log :))

Tapi okelah, movie is just a thing that we need to enjoy.

Itulah yang mungkin memang harus lo semua tanenim, do it safety or not et all. Kalo lo emang ngerasa apa yang mau lo lakuin itu ga aman, yaudah ga usah lo lakuin. Besok besok masih bisa, inget pacar pacar lo menanti di rumah.


Gue nulis kayak gini buat ngehormati kawan kawan gue yang memang benar benar menghabiskan waktunya berjauhan dari keluarganya dan rela mencari emas hitam ditengah hutan dan lautan luas.

Gue angkat topi buat kalian yang menaruhkan nyawa, ga kayak gue yang cuma bisa ngeforecast ga jaleh di depan komputer sama ngedit ngedit slide.

Re quote apa yang pernah gue tulis beberapa taun lalu:

Working in the oil industry:

1. We work in weird shifts ... Like prostitutes.

2. They pay you to make the client happy ... Like prostitutes.

3. The client pays a lot of money, but your employer keeps almost every penny ... Like prostitutes.

4. You are rewarded for fulfilling the client's dreams ... Like prostitutes.

5. Your friends fall apart and you end up hanging out with people in the same profession as you ... Like prostitutes.

6. When you have to meet the client you always have to be perfectly groomed ... Like prostitutes.

7. But when you go back home it seems like you are coming back from hell ... Like prostitutes.

8. The client always wants to pay less but expects incredible things from you ... Like prostitutes.

9. When people ask you about your job, you have difficulties to explain it ... Like prostitutes.

10. Everyday when you wake up, you say: I'M NOT GOING TO SPEND THE REST OF MY LIFE DOING THIS ****"..... Like prostitutes.


The only difference is the prostitutes can take Christmas and New Year's Eve off and they actually DO make a lot of Money!

But be strong my friend, God is always present even when we do not keenly feel His presence. He is available, and will never fail you. Trusting in God is faith practiced regardless of current circumstance bad or good. So keep do your best, let Him do the rest :)

Kamis, 11 Februari 2016

Hydraulic Fracturing 101

Pertama kali Hydraulic Fracturing dikembangkan untuk meningkatkan produksi minyak bumi adalah pada tahun 1920 an oleh R.F. Farris dari Stanolind oil and gas corp.
Akhirnya pada tahun 1947, Stanolind (sekarang Amoco Production Co) melakukan pekerjaan hydraulic fracturing pertama di Dunia, yakni sumur Klepper #01, gas well di Grant Country, Kansas, USA. Hasil Gas Deliverability dari well tsb sebenarnya tidak begitu menunjukkan hasil yang signifikan, namun teknis dari pekerjaan ini menunjukkan suatu hal yang sungguh menjanjikan.
Halliburton Oil Well Cementing Co. yang akhirnya mematenkan lisensinya untuk melakukan pekerjaan fracturing.

Setelah kesuksesan dua well yang sudah dilakukannya, rata2 3000 wells dikerjakan oleh perusahaan ini sejak tahun 1955. Dan terhitung sejak 1968, setengah juta job sudah dikerjakan.
Saat ini, fracturing dilakukan di 35-40% oil well di USA, dan sukses menaikkan produksi sumur di kisaran 25-30%.

Sasaran utama pekerjaan Hydraulic Fracturing adalah well well yang berproduksi dari low permeability reservoir hingga medium to high quality reservoir.
Biasanya pekerjaan ini diarahkan ke well yang memiliki indikasi hasil swab yang rendah, dan low rate.
Analisa permeability dari Pressure build up analysis juga bisa menjadi justifikasi untuk melakukan pekerjaan ini. Melihat permeability, Skin, dan reservoir property yang lain.

Hydraulic fracturing adalah salah satu pekerjaan well stimulasi yang bertujuan untuk meningkatkan produksi sumur dengan mempompakan fluida pada rate dan pressure yang cukup sehingga bisa memecah batuan, idealnya fracture pada batuan ini akan berbentuk semacam wing yang sama besar di kedua sisi dari lubang bor.
Setelah pemompaan selesai ketika fracture sudah terbentuk, fluida akan gradually leak off menuju formasi. Tekanan di dalam rekahan akan turun dan fracture akan tertutup. Maka untuk menjaga agar rekahan tersebut tetap terbuka, nantinya akan diberikan propan (semacam sand) untuk menjaga rekahan tersebut tetap terbuka.

Dewasa ini tipikal pekerjaan Fracturing menggunakan fluida yang cukup thick yang dipompakan ke dalam reservoir. Stage pertama dari pekerjaan ini adalah injeksi Pad (Water, Polymer, dan Additives). Lalu akan diikuti oleh Slurry (Pad+Propant, but generally sand in suspension). Selanjutnya akan diikuti oleh beberapa step slurry yang dibedakan oleh konsentrasi propant dan slurry nya. Dibawah ini contoh step job description dari pekerjaan fracturing.


Pressure akan diberikan saat pad mulai masuk kedalam fracture yang dibuat. Slurry akan membantu memanjangkan fracture yang sudah terbentuk dan menyalurkan propant.
Secara perlahan, fracture akan terisi oleh propant sampai dia ter packed sempurna.

Sampai detik ini pekerjaan fracturing bisa dinyatakan selesai dan pumping job berhenti. Preesure akan turun, dan fracture mulai ter packed dengan propant di dalamnya.
Dari beberapa Paper, dibawah ini adalah workflow yang bisa dipakai untuk selection process dari pekerjaan Hydraulic Fracturing.

Hal yang paling penting dari suatu design Hydraulic Fracturing adalah Rock Mechanic. Namun sampai saat ini, perkembangan ilmu rock mechanic masih terhambat dibelakang perkembangan dari fluid technology yang terus dikembangkan oleh service company.
Jaman dulu, tak banyak data ataupun teori yang dibutuhkan dalam mendesain suatu pekerjaan fracturing, Namun saat ini baik dari service company ataupun dari oil company membutuhkan banyak data sehingga kita berharap bisa mengontrol kemana fluida itu akan bergerak sehingga kita bisa mengontrolnya. Dan disini, peran rock mechanic sangat dibutuhkan.
Fracture yang terbentuk di bumi itu bukan Horizontal Fracture, namun vertical. Hal itu dikarenakan fracture akan bergerak ke arah batuan terlemah di stressal zone nya. Banyak model geomechanic yang sudah di generate dewasa ini, mulai dari 2D, sampai ke 3D model.

Model 2D dibentuk dari 3 model yang sudah dikenal, Perkins-Kern-Nordgren (PKN), Khristianovic-Geertsma-De Klerk (KGD) model, dan radial model.

Untuk model 3D, biasanya dibentuk dari simulasi statis model dan lebih realistis karena berdasarkan vertical variation di magnitude dan principal stresses.

Setelah kita menentukan model geometri mana yang kiranya cocok dengan reservoir kita, nantinya akan berpengaruh dengan fracture design yang nantinya akan kita buat. Hal tersebut akan mempengaruhi besarnya volume pad atau slurry yang akan kita pompa, dan perkiraan besarnya fracture length dari yang akan kita buat. Dan tentunya akan berpengaruh ke cost dari fracture design kita ke service company.


Oke, selamat mencoba stimulation method ini :)



Source: Halliburton web; Schlumberger paper