Senin, 31 Desember 2012

Ekstrapolasi 2013

Petang ini masih terlihat sama dengan petang petang sebeumnya, yang membedakan hanya mendung yang menghasi langit ibukota hari ini, menjadi begitu berbeda karena langit ini merupakan langit terakhir yang bakal gw lihat di tahun 2012. Tepat beberapa jam lagi, kalender akan segera berganti, menjadi 1 Januari 2013. Tahun baru, bukan bertambah umur, tapi bakal berkurang umur gw setahun, tahun 2013 besok gw bakal genep 24 tahun, satu tahun menjadi seorang sarjana Teknik Perminyakan, dan masih berjuang mencari maksud kenapa gw jadi Reservoir Engineer di salah satu perusahaan di Jakarta.

Tahun 2012 gw dikit berceloteh di blog ini, entah karena gw sibuk atau apalah ga tau gw ngapain aja selama setahun ini.

Januari 2012
Tepat 9 Januari 2012, gw mulai perjalanan gw ke jakarta, gw sign sebagai pegawai lepas di perusahaan nasional, sebagai reservoir engineer, entah diakui atau tidak, itulah karir profesional pertama gw, sebelumnya gw masih menjadi junior di LPPM UPN, mengerjakan project dari perusahaan yang sama, tentang full scale waterflood untuk proyek Plan of Development mereka yang sampai detik ini pun kalau boleh jujur gw belum ngerti inti pelajaran waterflood itu untuk apa -__-“
21 Januari 2012, gw diwisuda juga, akhirnya setelah 3 bulan lulus, gw beneran resmi jadi Muhammad Afif Ikhsani, ST. Yang gw pikir, 2 huruf di belakang nama gw ini Cuma bakal dilihat di undangan kawinan gw nanti, selebihnya gw bakal pernah liat lagi. Hehehehe... ga bakal gw lupain hari ini, untuk pertama kalinya di sepanjang hidup gw, bonyok gw nangis bangga liat gw, yang gw sendiri ngrasa blm pantes dapet semua kebanggaan itu dari beliau. Tapi yaah, gw tetep jadi sarjana, dan ga ada lagi yg bisa batalin kesahan sarjana gw kecuali Tuhan berkehendak :p

Februari 2012
Tanggal 4 Februari 2012 gw bolos dari kerjaan, balik ke jogja dan ikutan JOB Fair yang gw nilai jenis perekrutannya semacam kontes “Indonesian Idol”, bayangkan dalam waktu 2 menit gw dikasih kertas dan diwajibkan menerangkan secara unique dan special, karena saat itu gw apply di salah satu services company yang cukup established. Gw baru denger nama nih perusahaan sejak gw kuliah di Minyak, dan ternyata world wide role nya gede abis, ga perlu ge sebut namanya, tp perusahaan ini merupakaan impian dari setiap sarjana kencur yang baru lulus, hampir seribuan orang yang ikut kontes pencarian bakat ini, termasuk gw. Tapi jujur, gw belum pernah mimpi menjadi bagian dari perusahaan gokil ini. Tapi Tuhan berkehendak lain, cukup lucu ceritanya, kerena ini kali kedua gw ikut tes ini, sebelumnya di Juli 2011 saat gw masih berstatus mahasiswa, gw gagal di 2nd round dari tes ini. Tanpa ba bi bu gw lolos sampai interview HRD, entah apa gara2 gw kehilangan tiket pesawat gw gara2 gw rela ikut discussion group yang absurbd abis, atau Tuhan berkehendak lain? Entah lah, yang jelas malam itu benar benar menakjubkan

Maret 2012
Konflik muncul di bulan ini (ceileh kayak FTV aje), ketika gw masih dalam tahap menunggu dari services company yang gw adepin di bulan februari, tiba2 offering datang di salah satu oil company yang pernah nyuruh gw ikut psikotest di bulan Oktober 2011, daaaan galauu sodara sodara, ketika Tuhan sudah hampir menghadapkan gw di salah satu services company yang paling bonafide di Jagad Raya ini, tiba-tiba datanglah offering. Itulah yang namanya Qada dan Qadar seperti yang pernah gw tulis di blog ini, kita ga pernah tau apa itu masa depan. Kita ga akan tau besok kita bakal makan pake apa? Bakal sekolah dimana? Bakal jadi apa? Atau bakal mati atau ga?
kita ga akan pernah tau karena itu adalah Ketetapan-Nya. Tuhan berkehendak lain, gw join di oil company dan meninggalkan services company tsb.

April 2012
Hari pertama gw, setelah resign dari karyawan lepas di salah satu BUMN perminyakan, gw menjadi karyawan di salah satu oil company di Jakarta, di perusahaan gw sekarang, sebagai reservoir engineer (lagi) tentunya. Entah apa yang dimau Tuhan disini, tapi gw benar benar menjadi reservoir engineer, sesuatu yang jauh dari pemikiran gw selama belajar di Teknik Perminyakan UPN. Tapi sekali lagi, itulah hidup, kita ga akan pernah tau untuk apa dan bagaimana kita menjalani masa depan.

Mei2012
Nothing special happened in this month except my birthday, tapi so far gw ga menikmati bulan ini. Sekali lagi entah mengapa.

Juni 2012
Lo pernah ga ngrasa jodoh dengan seseorang yang lo ga pernah ngrasa dia jodoh lo, padahal kalian itu sebenere deket? Gw ngalamin ini, gw dulu Jaman SMP pernah ngliatin cewek yang kebetulan ekskul bareng ama gw di karate, gw tau namanya, gw Cuma berani ngliatin dia dari jauh, dan akhirnya gw ditemuin lagi di bulan ini, entah bagaimana caranya kami sedang berjuang untuk menyatukan kami menjadi suatu ikatan dalam cinta  (ceileeeeeeh bahasa gw berat abiss pake cinta cintaan segala) hahahaha

Untuk bulan Juli-Desember 2012, i felt everything so flat in my life, i need more pressure and challenge either in my job or in my life. Ga tau kenapa gw bener-bener ngrasa biasa banget di taun 2012 ini selain yang gw sebutin tadi, mungkin kalau anak muda sekarng bilang ini tentang galau galauan. Gw ga galau, atau emm belum memasuki masa galau itu. Sejak Januari kemarin gw udah posting 17 hal di blog ini, entah itu bermanfaat untuk yang baca atau gak, tapi gw masih yakin selama gw masih punya mimpi, hidup gw bakal lebih fantastis.
Beberapa jam lagi bakal masuk di tahun 2013, gw ga tau apa yang bakal terjadi di taun depan, entah gw masih di perusahaan ini atau gw pindah, entah gw bisa sekolah lagi atau tidak, atau mungkin gw bakal menghabiskan status gw sebagi seorang bujangan di tahun ini? Masih abu abu, bahkan belum terlihat. Gw ga berani berandai andai atau mengada ada sesuatu, yang jelas gw Cuma berharap yang terbaik di tahun 2013 besok. Gw bersyukur masih diberi kesehatan hingga detik ini, gw ga peduli termasuk orang yang merugi bukan di tahun 2012, tapi gw cukup bersyukur dengan apapun yang gw raih.

Tuhan itu tau tapi Menunggu, Tuhan tau apa yang bakal terjadi di setiap umat-Nya, tapi Dia menunggu disana untuk menjadikannya terjadi kepada umat-Nya.

Kepada siapapun yang merasa gagal di 2012, sabarlah, karena hanya sabar dan sholat yang akan menjadi penolongmu. Gw ga claimed kalo gw termasuk orang yang gagal, seperti yang gw bilang gw cukup bersyukur di taun ini, tapi masih banyak hal yang harusnya bisa gw raih di taun ini. Inilah ketetapan-Nya, tetap maju, jangan mundur, jangan berhenti bermimpi, karena manusia yang ga berani mimpi sama aja dengan mati.

Selamat Tahun Baru 2013, mari kita jadi pribadi yang lebih baik

Rabu, 03 Oktober 2012

Cita Citaku Setinggi Tanah

Cita citaku setinggi tanah,

Terlihat satire membaca kaliamt tersebut, tapi itu merupakan judul sebuah film yang diproduseri Eugene Panji, mengisahkan Agus yang berasal dari keluarga sederhana di Muntilan, Jawa Tengah. Ayahnya bekerja di pabrik tahu, ibunya adalah ibu rumah tangga yang sangat mahir membuat tahu bacem. Agus gelisah setelah ditugaskan oleh ibu guru untuk membuat karangan tentang cita-cita.

Teman-teman Agus memiliki cita-cita setinggi langit. Sri ingin menjadi artis terkenal karena dorongan ibunya. Ia selalu ingin dipanggil dengan nama Mey. Menurutnya, nama ‘Sri’ tidak menjual. Jono bercita-cita jadi tentara. Dalam kesehariannya, ia bertingkah selayaknya pemimpin di hadapan teman-temannya. Jono selalu ingin jadi ketua kelas. Puji bercita-cita ingin membahagiakan orang lain. Ia membantu semua orang yang terlihat membutuhkan bantuan. Di balik semua aksinya itu, ternyata ia hanya mengharapkan sanjungan dan ucapan terima kasih dari orang yang dibantunya. Ia haus pujian.

Agus yang tiap hari makan tahu bacem buatan ibunya bercita-cita ingin makan di restoran Padang. Ia jadi bahan tertawaan teman-temannya. Ia juga sadar baawa untuk cita-citanya itu ia butuh uang. Masalah ini yang harus dipecahkannya.

Itulah sedikit sinopsis dari film ini, terus terang aja gw belum pernah nonton nih film, tapi gw tergerak untuk nulis dan bahas ini judul film. Ketika orang-orang beramai ramai bercita cita untuk mempunyai cita cita setinggi langit, film ini justru mengangkat suatu hal yang sedikit random, bercita cita hanya setinggi tanah yang artinya cita citanya sangat pendek, bahkan seolah tak punya cita cita.

Gw lahir di keluarga yang kurang memperhatikan hal ini, tentang mimpi, harapan, dan cita cita. Gw akuin, bonyok gw ga terlalu memperdulikan gw bakal jadi apa nanti, di pikiran mereka, yang penting gw bisa jadi orang yang berguna, bisa ngaji, rajin sholat, jadi pengurus masjid, dan masuk surga. Ga salah sih, mereka berdua penuhi isi kepalaku dengan hal hal berbau agama, karena sejatinya hidup yang kekal itu di akhirat nanti, bukan di bumi (ini di hack, bukan gw sendiri yg nulis :p). Sedikit menyedihkan, ketika gw bercita cita menjadi seorang dokter bukan karena kedua orang tua gw, tapi karena gw ngliat kakek gw yang sakit. Yaah, memang sih bukan tugas orang tua untuk membuat kita bisa menjadi seorang pemimpi, tapi yg agak gw kurang suka, gw diajarkan untuk nikmati apa yang ada. Sekali lagi itu ga salah, tapi kok menurut gw itu bakal ngebuat kita jadi seorang individu yang malas untuk mengerjakan sesuatu yang lebih, cenderung selalu berada di zona aman. Istilahnya gitu gitu ajalah.

Tapi satu yang dulu sebenere gw bueeenciiii setengah mati, tapi gw sekarang tau maksudnya sekarang, ortu gw selalu macu gw dengan bandingin kualitas yang gw punya dengan murid-muridnya. Bahkan secara tak langsung memaksa gw untuk masuk SMP 1 dan SMA 1 solo. Yaaah, emang sih masuk, tapi gw kepaksa :p

Mungkin itu sih mimpi yang mereka tanamkan, menjadikan anaknya bisa bersekolah di tempat yang terbaik. Tak pernah ortu gw berupaya nge brain wash seperti ini:

"Afif, besok jadi dokter yaaa, belajar biologi yang bener" atau
"Afif, ayo lari terus tiap pagi sama sore, biar bisa masuk ke akmil jadi tentara" atau bahkan
"Afif, belajar terbang ya biar bisa jadi pilot" (yang ini absurbd)

Bonyok ga pernah sedikit pun me-rongrong gw dengan hal hal kayak gitu. Beruntungnya, gw ga disuruh terbang beneran -____-"

Yaah, itulah selayang pandang tentang kedua orang tua gw yang gw kira ga muluk muluk kalo soal mimpi.
Simple kemauan mereka, afif jadi orang bener.


Tapi kawan, hidup tak hanya sekedar menjadi orang bener. Oke gw setuju kalo hidup itu hanya sekali, dan hidup itu tidak abadi, yang abadi adalah kehidupan kita di akhirat. Tapi yaa, masak kita ga ngrasain apa yang namanya itu kecewa? ngrasain apa yang namanya itu gagal? atau bahkan ngrasain yang namanya move on?

Hidup itu kayak permen warna warni dalam toples kalo gw bilang (udah pernah gw bahas).

Mimpi pertama gw itu buat jadi power ranger, agak gelo tapi inilah bukti bahwa TV adalah racun terbesar seorang bocah, untung aja gw ga terus jadi bocah, lama lama gw bisa stres sendiri gara2 tiap gw pose rumput ga bisa meledak kayak di power ranger :))

Oke abaikan,
Mimpi kedua gw adalah gw bisa jadi dokter, itu gw dapat pas kelas 3 SD, gara2 ngliat kakek gw meninggal karena sakit, saat itulah gw berfikir, sudah saatnya gw gantung sepatu buat jadi power ranger, sudah saaatnya gw jadi dokter. Dan lagi lagi ini bukan karena hasutan kedua orang tua gw.

Tapi sekali lagi, hidup itu bukan 1+1=2, hidup itu sesuatu yang un-plan-able kalo menurut gw. Kita ga akan pernah tau apa yang bakal terjadi nanti. Kita hanya bisa "membayangkan" sesuatu terjadi.

Tau kan pasti endingnya bagaimana ngliat cita cita gw jadi dokter? Bukan hanya gantung sepatu buat jadi dokter, gw juga harus gigit jari karena harus dikubur dalam dalam mimpi gw itu di inti bumi, bukan lagi di dasar samudra.

Tapi boy, kayak yg gw tulis diatas boy, hidup itu cuma sekali, sayang kalo kita ga ngrasain warna warninya, kalo ga pernah gagal, ga tau rasanya berdiri dari kegagalan, bukan hidup namanya. Malah teori gw, gagal itu ga ada, yang ada ditunda atau digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Ketika kita gagal dalam meraih mimpi, itu bukanlah akhir dari segalanya, belum juga kiamat, karena masih ada mimpi mimpi yang lain.

"Boy, Hidup untuk meraih mimpi yang tinggi itu memang berat, tapi bakal lebih berat kalo hidup tanpa mimpi yang tinggi"


Terus terang, gw berkali kali ada di titik terendah dalam hidup, ketika gw yakin Tuhan itu adil, ketika gw percaya bahwa setelah ada kesukaran itu bakal ada kemudahan, maka kun fayakun, gw juga bisa keluar dari titik terendah itu.

Sebenere tulisan ini juga buat gw sendiri, ketika gw sedang drop, dan ketika gw kehilangan pegangan untuk meraih mimpi gw, gw kudu yakin bahwa Tuhan Maha Kaya, Tuhan Maha Berkehendak atas segala sesuatu, Tuhan itu Maha Mengubah sesuatu, mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin, mengubah hal yang mungkin menjadi gak mungkin.

Jangan cuma setinggi tanah, tapi bercita cita lah setinggi langit, jangan takut jatuh dan gagal, ketika kau bermimpi atas suatu hal, secara tidak langsung Alam akan berkonspirasi untuk mewujudkannya. Camkan itu kawan :)

Senin, 17 September 2012

Jogja Istimewa :')

Hari itu terlihat beda, tak ada rangkaian doa dari mereka, yang terlihat sama menjelang subuh gw udah beranjak untuk ke terminal, menuju Jogja. Disana ke rumah salah seorang saudara untuk diantarkan ke salah satu kampus swasta di jalan lingkar utara kota Yogyakarta.

Hal sama di bulan bulan itu, berusaha mendapatkan tempat kuliah untuk melanjutkan studiku selepas lulus SMA. Setelah gw di vonis gagal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Jember, semua terlihat abu abu, ga tau mesti melanjutkan studi dimana, dan ga tau bakal jadi apa gw nantinya. Apa harus nanti di SPMB gw milih FKIP sesuai keinginan bonyok? Apa gw milih kuliah farmasi di salah satu universitas swasta di solo? Apa menggantungkan diri buat jadi PNS dengan kuliah di STAN? Sangat abu abu.

Tapi semesta berkehendak lain, gw dinyatakan diterima di salah satu universitas "luar negeri" di kota Yogyakarta, di jurusan yang "luar biasa" juga. Kenapa "Luar biasa"? Karena memang tidak pernah bermimpi untuk memiliki masa depan seperti ini, jangankan gw, orang tua gw ga pernah tau kalo jurusan itu ada. Ya, "Teknik Perminyakan".

Di tulisan ini gw ga mau bahas tentang jurusan itu, tapi gw mau bahas keindahan kota yang akhirnya 5 tahun kuhabiskan masa remajaku disana. Yogyakarta :)

mengutip lagu dari Kla Project yang berjudul "Yogyakarta".

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…



Walau kini kau t’lah tiada tak kembali, Namun kotamu hadirkan senyummu abadi


Walau kau telah tiada tak kembali, namun kotamu hadirkan senyum abadi. Begitu dalamnya Kla Project melukiskan keindahan Jogja.

masih teringat minggu pertama di Jogja, ketika masih harus kumpul tiap malam bareng temen2, jauh dari orang tua walau jaraknya hanya 78 KM, dibotak, dan nangis kangen orang tua. hahahaha..

Sebagai mahasiswa baru, budaya mencoba hal hal yang aneh pun juga dilakukan, tak luput, menyambangi tempat legendaris di kota Yogyakarta juga pernah gw jabanin.


Iya, gw sempetin ke Sarkem alias Pasar Kembang, cuma buat tau apa isi tempat legendaris itu, kejadian lucu pernah gw alamin, gw masuk ditahan sama keamanannya, gw sempet mikir, kenapa gw ditahan? perasaan gw sama temen gw udah begaya preman betul dengan rokok di tangan, ternyata disuruh bayar uang keamanan seribu perak hahahaha -___-

Yogyakarta, kota sejuta kenangan buat gw.

Mulai dari kos yang ga jelas di daerah Jalan Wahid hasyim, kamar yang bocor, kamar yang lembab. Belum lagi ketika ngontrak bareng temen2 minyak di Jalan Kendalisodo, si fahmi yang selalu ketemu dengan penghuni ghaibnya, riki yang suaranya ga nguatin, mas andrew yang selalu mencari cinta, dan tipen sang agen tiket pesawat hahaha..
begitu penuh cerita.
Penghuni Kendalisodo 3

Mungkin orang yang paling berjasa di Jogja adalah mas Nono, seorang penjual angkringan di pinggiran jalan wahid hasyim, dekat Outlet Biru, namun entah dimana dia sekarang, lahan nya bekerja sudah digusur karena dibangun tempat makan yang lebih wow. Dengan menunya yang begitu murah meriah, nasi oseng dengna sambel, sate usus, kepala ayam, tempe goreng yang dibakar, krupuk rambak dan es teh manis. Ohh Tuhan aku sungguh merindukannya :(

Udah hampir 2 tahun saya ga ketemu mas nono, ga tau masih hidup ga tuh orang, tapi dy lah orang yang paling berjasa memberi makan sehingga saya kayak sekarang :p

Yogyakarta, kota yang merupakan kawah candradimuka buat gw.

Disini gw banyak belajar untuk menghargai hidup, "agak" jauh dari orang tua, dapat keluarga baru di IATMI, di WildCat, dan di grant. Belajar berorganisasi, belajar bersosialisasi, bahkan juga cari makan disana. Bahkan di grant, gw jd belajar untuk bertahan hidup, dan dibimbing untuk menjadi seseorang yang bertanggung jawab.
Team Grant Angkatan 2011


Sosok Pak Dedy Kristanto, pembimbing gw, ga bakal gw lupain seumur hidup gw, mungkin tanpa beliau gw ga bakal bisa kayak sekarang, ga bakal bisa seganteng ini. HAHAHAHAHAHA (hening).

Jadi teringat dulu terakhir gw resmi ninggalin jogja, malam sebelum gw diwisuda, gw sempet nulis Geht nicht, gibt nicht!

Gw sempet mrinding, berat buat ninggalin Jogja, dan hari ini gw merindukan semuanya. :')

Geht Nicht, Gibt Nicht!! TIDAK BISA ITU TIDAK ADA

Gw rindu semua yang ada di Jogja, angkringan mas nono, kopi jos, stasiun lempuyangan, angkringan mbah yadi, angkringan wijilan, kolam renang UNY, Warung Sederhana yg bisa makan sampai mampus, Pantai Nguyahan, Mbebeng, Mentok Slenget, dan semua kenangan yang ada di kota itu :')






Entah kapan, gw pasti bakal balik ke kota itu untuk tinggal disana, entah kapan :)

Jogjakarta, memang Istimewa, my 2nd Home :)





Kamis, 26 Juli 2012

C'est La Vie

Hari ke enam di bulan suci,

Masih terpaku di kantor sejenak menikmati senja untuk menunggu adzan berkumandang. Yah, inilah Ramadhan pertama gw di Ibu Kota, ketika banyak orang berteriak kalo sekejam kejam nya ibu tiri lebih kejam ibu kota, gw lebih milih buat tetep tinggal di Ibu Kota, demi sesuap nasi dan tabungan hari raya :p (mulai ga fokus nunggu buka).

Semuanya terlihat beda, ketika di Jogja, dikelilingi teman teman se kontrakan, sekarang dengan beberapa orang geologi yang kebetulan satu kos dengan gw. Beda karena dulu masih bisa cabut balik ke rumah, tinggal ngesot istilahnya, sekarang kalo mau pulang aja kudu nangis nangis gulung gulung di senayan buat dikasihani dan dapet recehan (tapi recehan warna merah gambar pak karno wakakakakak )

Mulai merasakan apa itu mudik, dengan harga tiket yang bikin gidik nih bulu badan gara gara harga selangit, dan tiap hari ngliatin tanggalan buat nunggu kapan THR bisa kelar bhuahahaha.. bener bener karyawan kere ini gw.. Tapi yaaah, semuanya emang kudu disyukuri.

Ngliat headline pagi ini di koran, ketika ngliat banyak pengrajin tempe yang mogok, mogok gara gara harga kedelai yang naik besar harganya, terlalu banyak impor kedelei di tanah yang banyak orang bilang kaya raya.

Bersyukur yaah, itu kata kuncinya, ketika kita harus menegok lebih dalam orang orang dibawah kita. Menyadari bahwa kita sudah lebih dari cukup. Ketika gw mesti gulung gulung di senayan buat balik, sudah banyak ratusan orang yang lebih dulu gulung gulung di banding gw.

Yaah, c'est la vie, that's life, ketika kita lebih mensyukuri apa itu nikmat hidup :)

Selamat berbuka puasa Jakarta dan sekitarnya.