Kamis, 30 September 2010

Petrofisik 2nd week

Tugas!!
1. Gambarkan rangkaian alat porosimeter dan percobaan dean and stark, sebutkan nama bagian bagian nya, urutan langkah kerjanya!



PERMEABILITAS

Permeabilitas merupakan besaran yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu batuan untuk mengalirkan fluida yang terkandung didalamnya. Permeabilitas merupakan property suatu batuan berpori dan merupakan besaran yang menunjukkan kapasitas medium dalam mengalirkan fluida.

Jenis-jenis Permeabilitas.
1. Permeabilitas absolut (ka).
Yaitu pengukuran pada medium berpori untuk fluida satu fasa ketika medium tersebut dialiri oleh satu jenis fluida, dimana saturasi fluida yang mengalir bernilai 1.
2. Permeabilitas efektif (k).
Yaitu pengukuran pada medium berpori untuk fluida satu fasa ketika medium tersebut dialiri oleh lebih dari satu jenis fluida.
3. Permeabilitas relatif (kr).
Yaitu perbandingan antara permeabilitas efektif fluida pada nilai saturasi tertentu, terhadap permeabilitas absolut pada saturasi 100%.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permeabilitas.

1. Distribusi ukuran butir.
Ukuran butiran yang semakin beragam dalam suatu batuan, maka pori-pori akan semakin kecil dan permeabilitas juga akan semakin kecil.
2. Susunan (packing) butiran.
Susunan butiran yang semakin rapi, maka makin besar harga permeabilitasnya.
3. Geometri butiran.
Semakin menyudut geometri butiran, maka permeabilitasnya semakin kecil.
4. Jaringan antar pori (pore network).
Semakin bagus jaringan antar pori, maka permeabilitasnya semakin besar.
5. Sementasi.
Semakin banyak semen dalam suatu batuan, maka harga permeabilitas akan semakin kecil.
6. Clays content.
Semakin banyak mengandung clay, maka semakin kecil permeabilitas batuan tersebut.

Sebuah aliran dikatakan dalam kondisi 1 fasa jika? Sebuah aliran dikatakan dalam kondisi multifasa jika?
a. Aliran dalam kondisi satu fasa.
1) Jika hanya ada satu fluida yang mengalir dalam medium.
2) Saturasi fluida yang mengalir dalam medium tersebut bernilai 1.
3) Permeabilitas ini disebut permeabilitas absolut.
b. Aliran dalam kondisi multifasa.
1) Jika terdapat lebih dari satu fluida yang mengalir dalam medium.
2) Permeabilitas ini disebut permeabilitas relatif.

Dengan cara apa saja data permeabilitas dapat diperoleh?
a. Dengan menggunakan hukum Darcy yang data–datanya diperoleh dari analisis core di laboratorium.
b. Dengan well-test analysis (flow testing).
c. Dengan mengukur aliran kedalam sumur pada logging produksi.
d. Dengan cara log data menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dikalibrasi melalui analisis core

Mengapa permeabilitas perlu untuk diketahui?
a. Menentukan kuantitas fluida yang dapat diproduksikan.
b. Menentukan potensi suatu lapisan batuan untuk dijadikan reservoir.
c. Menentukan nilai ekonomis suatu reservoir.
d. Menentukan lokasi lapisan yang ekonomis untuk dibor.
e. Menentukan lokasi lapisan yang cocok untuk perforasi.
f. Menentukan kekentalan lumpur yang baik agar tidak terjadi loss circulation.
g. Menentukan komposisi lumpur yang baik untuk membuat mud cake pada dinding sumur.


syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi agar persamaan darcy K=(Viskositas*Q*L)/(A*P) dapat berlaku?
a. Viskositas konstan pada kondisi isothermal.
b. Distribusi kecepatan sama.
c. Tidak adanya turbulensi.
d. Viskositas yang konstan, distribusi kecepatan konstan, tidak adanya turbulensi, aliran laminer (viscous flow) menyebabkan tidak ada perubahan friksi.
e. Tidak terjadi reaksi antara fluida yang mengalir dengan media yang dilaluinya.


NB:
Tekanan overburden  tekanan yang diberikan oleh benda diatas reservoir.
Gas slippage effect  fenomena dimana diameter tempat gas masuk mendekati diameter jalur gas yang mengalir, dan laju aliran gas tersebut sangat tinggi, sehingga menimbulkan gesekan (slip) antara medium dengan gas tersebut.
Efek Klikenberg  efek yang menimbulkan suatu titik temu – disebut permeabilitas liquid ekivalen (kL) – yang dihasilkan dari perpotongan regresi linear dalam grafik permeabilitas terhadap tekanan pada gas H2, N2, dan CO2.

5 komentar:

  1. mas, saya dian simatupang, mahasiswa teknik perminyakan ITB 2007, mau bertanya mengenai point "f" dan "g" tentang alasan permeabilitas perlu diketahui, yg "f": bagaimana kita mengetahui kekentalan lumpur dengan hanya mengetahui permeabilitas? apakah sama seperti menggunakan hukum Darcy?, lalu yg "g": bagaimana kita menentukan komposisi lumpur yang baik untuk membuat mud cake? Mohon pencerahannya Mas. Trims.

    BalasHapus
  2. hahahaha..mas ini lebih suhu dari pada saya sebenere. Tapi saya akan mencoba menjawab,Semakin permeable suatu formasi, semakin mudah fasa cair terlepas dari komponen lumpur pemboran, makanya dalam desain lumpur kita harus perhatikan nilai permeabilitasnya. Kalo ngasal, waaah, bisa banyak filtrat yg hilang, dan mud cake semakin tebaaal.

    Untuk menetukan mud cake yg tepat, ga tebal dan g tipis, perlu pilot test di lab, komposisi yg paas, bagai juru masak alias koki, maaf baru dibales yaaa

    BalasHapus
  3. mas ijin share ilmu ya mas,hehe

    BalasHapus
  4. alat ukur permeabilitas apa ya kak?

    BalasHapus