Senin, 02 Juli 2012

Ayam Jantan Dari Timur

Paris, bukan Paris yang sebenarnya, Paris van Java, di kota Bandung. 94 tim robot dari 50 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Kompetisi Robot Nasional 2012, 29 Juni-1 Juli 2012 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat. Kontes robot yang merupakan acara tahunan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dirjen Dikti, Depdikbud tersebut mempertandingkan empat kategori (divisi), yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Pemadam Api, KRCI RSHL (Robo Soccer Humanoid League) dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). Untuk mendapatkan tiket peserta pada kontes nasional ini, seluruh tim harus bersaing di tingkat regionalnya. Pertandingan ditingkat regional dilangsungkan di lima wilayah diantaranya regional I Sumatera, regional II Jawa Barat, regional III Jawa Tengah, regional IV Jawa Timur, dan regional V Wilayah Timur. "Juara I, II, III dan tim-tim berpotensi berhak mendapatkan tiket ke nasional.

94 tim yang berasal dari universitas di seluruh Indonesia berhasil terseleksi dan akan bertanding pada kompetisi 'penggila' robot ini. 24 tim akan memperebutkan titel KRI, 23 tim pada KRCI Pemadam Api beroda, 14 tim pada KRCI Pemadam Api berkaki, dan 17 tim KRCI RSHL.



Peserta pada divisi KRI akan ditantang untuk membuat sistem robot terintegrasi yang bisa menyelesaikan misi tertentu. Pemenang pada kontes ini akan menjadi delegasi Indonesia dalam kontes robot internasional, ABU Robocon di Hongkong, China pada Agustus 2012. Tema KRI tahun ini adalah 'Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan' menyesuaikan tema ABU Robocon "Pen On Dai Gat". Tercatat 24 tim akan bersaing untuk menyabet gelar pada divisi ini.


Selain divisi KRI, pemenang divisi KRCI juga berpeluang mengikuti kompetisi robot Trinity College Fire-Fighting Home Robot Contest TCFFHRC 2013 di Connecticut, Amerika Serikat. KRCI Pemadam Api menandingkan 23 robot-robot divisi berkaki dan 14 robot divisi beroda untuk menyelesaikan misi memadamkan api. Pemenang KRCI RSHL juga berpeluang untuk mendapatkan tiket internasional menuju kompetisi RoboCup 2013. Kategori ini akan menyajikan atraksi 3 on 3 robot di lapangan hijau.

Diantara ratusan manusia yang sedang berjuang di kota itu, terlihat dengan seksama pria dari salah satu universitas terkemuka di Jogja itu mengamati setiap lekuk gerakan robot hasil kreasinya bersama teman temannya.


Bocah itu lahir 21 tahun lalu kira kira, agak berbeda dengan kakak pertamanya, kali ini dy lebih beruntung. Ya, ayahnya ada menemani persalinan bocah itu. Tak susah mengenali bocah itu, perawakannya yang tinggi, kulit putih, rambut kritingnya, dan tanda lahir di mukanya. Dy bukan anak seorang tukang servis TV, atau bahkan insinyur pembuat robot. Lebih pahitnya, tak ada darah seorang teknisi yang mengalir dalam dirinya. Kakek dari ayahnya adalah seorang petani, dari ibunya adalah seorang guru. Ayah dan ibunya bahkan tak pernah mengenal mesin sedikitpun, yaa, keduanya alumni pendidikan keguruan.

Sosoknya sangat pendiam dimasa mudanya, bisa dibilang cukup penakut, entah karena apa, tapi iya, bocah laki laki itu cukup penakut dalam melewati masa kekanak kanakannya. Bahkan dy takut, punya fobia dengan ayam. Sungguh lucu, seorang pria benar benar takut dengan ayam.

namun takdir berkata lain, bocah ini tak mau kuliah di tempat dia dilahirkan, di solo, satu kota yang dia tuju, Yogyakarta, sempat mencoba peruntungan di Semarang, namun semesta tak menghendakinya. Yaah, dan akhirnya, semangat ayam jantan itu pun berbuah, Teknik Mesin Universitas Gajah Mada diraihnya.

Jauh melebihi apa yang sudah didapat kakaknya, bahkan kedua orang tuanya. Legitimasi yang menakjubkan dari Tuhan, atas semua kerja kerasnya, dan dia bayar semua itu disana.

Dy bukan lagi ayam petelur yang hanya bisa berkotek di setiap pagi, dialah ayam jantan dari timur, layaknya Sultan hasanudin yang memimpin rakyat Ujung Pandang mengusir penjajah saat itu.

di Komurindo LAPAN di Kulon Progo, dengan roket Gama Sat nya, Ayam Jantan dari timur ini berhasil menjadi salah satu Juara disana. Dia buktikan, dy takut dengan semua hal berbau burung, atau semua hal berjenis aves. Tapi dia bisa membuat sesuatu yang bisa terbang. Dengan Roketnya :)



Dan hari ini, membuat bangga kedua orang tua nya, bocah tengil ini menjadi juara dua di kontes robot seni Indonesia, dengan Rosebir nya. Benar benar menakjubkan. Tak pernah kedua orang tuanya membayangkan anak ini bisa membuat sebuah potongan kaleng bisa bergerak sendiri dan disebut robot, dan anak itu membuktikan kalau dia memang bisa.


Bulan ini kau genap 21 tahun, selamat ulang tahun, Terus berjuang kau Sang Ayam Jantan dari Timur, Muhammad Fahmi Bashar, adikku tercinta. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar